Jakarta, Aliansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Swasta Indonesia (AFEBSI) menyelenggarakan Bimbingan Teknis Nasional (Bimteknas) pada 5–7 Februari 2026 di Jakarta. Kegiatan ini diikuti oleh pimpinan fakultas, dosen, serta pengelola program studi dari berbagai perguruan tinggi swasta di seluruh Indonesia sebagai upaya memperkuat tata kelola kelembagaan dan meningkatkan mutu pendidikan ekonomi dan bisnis di tanah air.
Bimteknas ini menjadi forum strategis bagi para akademisi dan pengelola pendidikan tinggi untuk memperdalam pemahaman terkait berbagai kebijakan pendidikan tinggi, sekaligus berbagi praktik baik dalam pengelolaan fakultas ekonomi dan bisnis yang adaptif terhadap perubahan zaman.
Achmad Rozi, selaku Ketua Umum AFEBSI dalam sambutannya menegaskan bahwa perguruan tinggi swasta memiliki peran penting dalam mencetak sumber daya manusia unggul di bidang ekonomi dan bisnis. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas kelembagaan dan kompetensi pengelola fakultas menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditunda.
“Perguruan tinggi saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari tuntutan kualitas akademik, persaingan global, hingga perkembangan teknologi digital. Melalui Bimteknas ini, AFEBSI berupaya menghadirkan ruang pembelajaran bersama agar fakultas ekonomi dan bisnis di perguruan tinggi swasta semakin kuat dalam tata kelola dan inovasi akademik,” ujarnya.
Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mendapatkan berbagai materi strategis dari para narasumber yang berasal dari kalangan akademisi, praktisi, dan pakar kebijakan pendidikan tinggi. Materi yang dibahas antara lain penguatan tata kelola fakultas, strategi peningkatan akreditasi program studi, pengembangan kurikulum berbasis kebutuhan industri, hingga pemanfaatan teknologi digital dalam proses pembelajaran.
Sementara itu, Prof. Dr. Perdana Wahyu Santosa selaku Penasihat DPN AFEBSI dalam sambutannya mengatakan Bimteknas ini penting untuk diikuti oleh perguruan tinggi yang berkeinginan untuk mendapatkan predikat Akreditasi Unggul.
“kami berharap Bimteknas ini memberikan dampak signifikan bagi para pengelola program studi, sehingga dapat mendukung visi dan misi perguruan tinggi untuk meningkatkan daya saing perguruan tinggi.” ujar Dekan FEB YARSI Jakarta .

Diskusi mengenai penguatan akreditasi menjadi salah satu topik yang mendapat perhatian besar dari peserta. Dalam sesi tersebut dijelaskan berbagai strategi untuk meningkatkan kualitas program studi, mulai dari penguatan sistem penjaminan mutu internal, peningkatan produktivitas riset dosen, hingga pengembangan kerja sama dengan dunia industri dan lembaga internasional.
Selain sesi pemaparan materi, Bimteknas juga diisi dengan forum diskusi interaktif dan berbagi pengalaman antar perguruan tinggi. Forum ini memberikan kesempatan bagi para peserta untuk mendiskusikan berbagai tantangan yang mereka hadapi dalam pengelolaan fakultas, sekaligus mencari solusi bersama.
Suasana diskusi berlangsung dinamis karena para peserta tidak hanya mendengarkan paparan materi, tetapi juga aktif menyampaikan pengalaman dan praktik baik yang telah diterapkan di institusi masing-masing. Interaksi tersebut diharapkan mampu memperkaya perspektif para peserta dalam mengelola program studi dan fakultas secara lebih profesional.
Salah seorang peserta Bimteknas, Nolla Puspita Dewi menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan banyak wawasan baru, khususnya terkait strategi peningkatan mutu pendidikan di tengah perubahan kebijakan dan perkembangan teknologi yang sangat cepat.
“Bimteknas ini sangat bermanfaat bagi kami, terutama dalam memahami berbagai pendekatan baru dalam pengelolaan program studi dan fakultas. Diskusi dengan sesama pimpinan dan dosen dari berbagai perguruan tinggi juga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas,” ujarm Dosen Universitas Batam ini kepada media.
Nolla menambahkan, “kami menilai bahwa penguatan kapasitas institusi menjadi faktor kunci dalam meningkatkan kualitas lulusan perguruan tinggi, terutama di bidang ekonomi dan bisnis yang sangat berkaitan erat dengan dinamika dunia usaha dan industri. Oleh karena itu, forum seperti Bimteknas dipandang penting untuk terus dilaksanakan secara berkelanjutan.” Pungkasnya.

Di era transformasi digital saat ini, perguruan tinggi dituntut untuk mampu beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan, termasuk dalam memanfaatkan teknologi dalam proses pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Hal ini juga menjadi perhatian utama dalam kegiatan Bimteknas yang menekankan pentingnya inovasi dalam pengelolaan pendidikan tinggi.
Selain membahas aspek akademik, kegiatan ini juga menyoroti pentingnya penguatan jejaring antar perguruan tinggi swasta di Indonesia. Melalui jejaring yang kuat, berbagai institusi dapat saling berbagi sumber daya, pengalaman, serta peluang kerja sama dalam bidang penelitian, publikasi ilmiah, maupun program pengembangan mahasiswa.
Menurut panitia penyelenggara, antusiasme peserta menunjukkan bahwa kebutuhan akan forum peningkatan kapasitas seperti Bimteknas masih sangat tinggi di kalangan perguruan tinggi swasta. Hal ini sekaligus menjadi indikator bahwa komitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi terus tumbuh di berbagai daerah.
Melalui kegiatan ini, AFEBSI berharap para peserta dapat mengimplementasikan berbagai pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama Bimteknas di institusi masing-masing. Dengan demikian, upaya peningkatan mutu pendidikan ekonomi dan bisnis dapat berjalan secara lebih sistematis dan berkelanjutan.
Ke depan, AFEBSI berkomitmen untuk terus menghadirkan berbagai program penguatan kapasitas akademik dan kelembagaan, termasuk pelatihan, seminar, konferensi, serta forum kolaborasi antar perguruan tinggi. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat kontribusi perguruan tinggi swasta dalam pembangunan nasional melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia yang kompeten, inovatif, dan berdaya saing global.
Bimteknas Nasional AFEBSI di Jakarta ini menjadi salah satu wujud nyata komitmen organisasi dalam mendorong transformasi pendidikan ekonomi dan bisnis di Indonesia agar semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat, dunia usaha, dan perkembangan global. (red)








